Rabu, 20 Oktober 2010

10 PINTU MASUKNYA IBLIS/SETAN



Ketahuilah bahwa hati ibarat benteng, dan posisi setan adalah musuh yang berusaha menerobos masuk benteng untuk memiliki dan menguasai. Dan semua orang tidak akan mampu menjaga pintu-pintunya, tempat masuknya cela. Ia tidak mampu menjaga pintu itu sebelum mengetahui pintu tempat masuknya setan.

Nabi saw pernah bersabda:

"Sesungguhnya syetan berjalan pada anak cucu Adam mengikuti peredaran darah. Maka persempitlah jalannya dengan lapar."

Sebab lapar dapat mematahkan keinginan nafsu, dan tempat berjalannya syetan adalah keinginan nafsu. Pengepungan syetan di hati manusia sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Araf; 16. Demikian pula ada sabda Nabi saw; "Syetan duduk menghadang jalan anak cucu Adam dari semua jalan.

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. 35:5)

Menjaga hati dari gangguan setan hukumnya wajib bagi setiap mukallaf. Dan semua yang diwajibkan tidak akan berhasil kecuali menunaikannya. Juga tidak akan mampu mengusir setan kecuali mengetahui tempat masuknya. Padahal tempat masuknya setan adalah sifat dan watak manusia itu sendiri, dan semua tidak terhitung banyaknya.

1). Marah dan Menuruti kesenangan Nafsu
Marah merupakan bencana yang dapat merusak akal, karena setan amat mudah menerobos akal yang lemah. Dan acapkali manusia marah pada hal-hal sepele, dengan otomatis setan mempermainkan layaknya anak kecil mempermainkan bola.

Sebagian kekasih Allah bertanya kepada Iblis : "Perlihatkan pada kondisi apa kalian menguasai anak cucu Adam!"
Setan menjawab : "Aku menjeratnya ketika mereka marah dan gembira."

2). Dengki dan Rakus :
Orang yang rakus terhadap sesuatu pasti akan mengakibatkannya buta mata hati dan tulinya pendengaran, saat itulah setan menemukan celah untuk masuk. Kemudian setan menunjukkan sisi-sisi kebajikan padanya atas sesuatu yang membuatnya berhasil mencapai kesenangan, padahal segi itu jelas-jelas mungkar.

3. Kenyang
Walau berasal dari makanan yang halal, nyatanya kenyang dapat mendorong kekuatan hawa nafsu, sementara nafsu adalah pedangnya setan. Kenyang bisa menambah rasa malas dan keras kepala, disaat kenyang setan merasuki manusia dengan rasa berat untuk shalat dan berdzikir.

4). Mencintai Kemewahan dari perabot rumah tangga, Fasion, Trend mode dll.
Sesungguhnya setan kalau mengarahkan penglihatannya pada sesuatu hal, maka hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang melenakan bagi manusia. Sebab pandangan itu bisa bertelur dan menetas, lalu setan tidak henti-hentinya mengajak manusia membangun rumah, mendekor/renov rumah, menghias halaman, pagar atau memperluas bangunan. Terus saja setan membuat manusia sibuk dengan berbagai aktivitas memperluas, memperbanyak dan memperindah semua harta bendanya, sudah punya mobil bagus masih ingin mobil SUV dan seterusnya. Dan kalau setan sudah berhasil mendudukkan hati manusia pada posisi demikian, maka setan sudah tidak membutuhkan orang itu lagi, karena orang itu akan terbiasa dan bisa berjalan dengan sendirinya tanpa bimbingan.

5). Thomak dari segi kemanusiaan (mengharap)Sifat serakah dan rakus adalah salah satu jalan masuknya setan. Dari sifat ini setan membuat orang tersebut layaknya meminum air laut, selalu haus dan dahaga. Tidak pernah berhenti menginginkan sesuatu dan setiap keinginannya adalah sesuatu harus/wajib. Ketika keinginan itu tidak didapat, maka ia akan melakukan segala cara agar tercapai. Setan sangat senang dengan tipe orang seperti ini, mereka menjadi lebih mudah dikendalikan.

6). Tergesa-gesa dan Menunda-nunda Pekerjaan ;Ketika manusia tergesa-gesa pada suatu urusan, maka setan akan menyusupkan niat-niat jahat pada manusia, dan mereka biasanya tidak menyadarinya.
Nabi saw bersabda; "Tergesa-gesa adalah sifatnya setan, dan tenang adalah sifatnya ALlah."

7). Uang dan Segala Bentuk Kekayaan ; Harta, kendaraan, tanah
Siapa manusia yang tidak suka uang, harta benda dan kekayaan? bahkan benda-benda ini sudah menempati puncak tertinggi sebagai salah satu bahan pokok yang paling diutamakan dalam hidup. Melalui media inilah setan mengendalikan hawa nafsu manusia, karena uang dan kekayaan bisa menuntun manusia pergi ke mall, ke discotik, ke pub dan tempat-tempat yang intinya bisa membuat manusia lupa pada kewajibannya. Uang memang tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak, tetapi ketika hati manusia sudah dikuasai setan, maka ia bisa mengendalikan seluruh aktivitas orang tersebut kapan saja dan dimana saja.

8). Bakhil dan Takut Miskin
Sifat kikir merupakan akar urat yang memberatkan orang untuk berinfak dan sedekah, merasa kekurangan, serta selalu berkeinginan untuk menambah dan menimbun harta. Padalah diatas semua harta benda yang dimilikinya, ada sebuah siksa yang teramat pedih. Orang-orang seperti ini umumnya sudah gelap mata dengan segala hal yang berkaitan dengan akherat, mereka sudah sibuk dengan kesenangan dunia.

9). Fanatik terhadap Madzhah, Mengutamakan kesenangan pribadi daripada, Dendam dan meremehkan lawan
Dalam senang ada sebuah sebab yang mampu mendorong orang kepada perbuatan maksiat. Maksiat itu biasanya dianggap hal sepele, bersifat kecil dan dianggap tidak akan merugikan orang lain, misalnya pergi dugem, berbuat zina, "ah, ini kan buat kesenanganku sendiri, gak ada sangkut paut dengan orang lain," kata seorang pemudi kepada temannya. Memang tidak akan merugikan orang lain, tetapi ada sebuah pepatah, "ala bisa karena biasa." maka ketika orang itu sudah terbiasa melalukan keburukan kecil, maka ia tidak akan malu melakukan keburukan yang lebih besar lagi dan seterusnya sampai dengan orang ini terjerumus dan tidak bisa mengendalikan diri.

10. Buruk Sangka Sesama Muslim
Dijadikan asing walau itu dengan saudara kita sendiri, agar tidak terjalin hubungan silahturahmi antar umat muslim dengan sangkaan yang buruk dengan cara mencari kekurangan dan aib dari orang tersebut. Kebiasaan kita menghujat perilaku orang yang melakukan kesalahan sebenarnya dilakukan dalam rangka menutupi kekurangan/kesalahan yang dibuat dimasa lalu. Setan senang dengan tipe orang semacam ini, semakin mudah orang ini diprovokasi, semakin mudah ia terjebak dalam perusakan imannya sendiri.

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (QS. 35:6)

Subhanallah, banyak sekali pintu-pintu masuknya setan ke dalam diri manusia, namun kebanyakan manusia tidak mau menyadarinya, bahkan itu dianggap melanggar dan bertentangan dengan hukum alam, padalah sesunggunya kita sudah mengikuti jejak-jejak Setan. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya mengapa sedemikian rupa setan ingin menjerumuskan manusia kedalam dosa, hanya dengan tujuan agar manusia bisa bersama-sama masuk dalam neraka.

Artikel Terkait: