Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Minggu, 10 Oktober 2010

LALAI

Sifat lalai adalah salah satu sifat yang tidak disukai Allah SWT. Sifat ini membuat seseorang lupa daratan, senang berfoya-foya dan tamak. Tidak hanya membuat ia lalai pada kewajibannya sebagai umat, juga sebagai mahluk yang diamanatkan untuk hidup sederhana.
Sifat lalai akan menambah penyesalan dan menghilangkan kenikmatan, mengurangi jatidiri kehambaan, menambah kedengkian, serta menambah rasa kekecewaan. Melalui Syaqiq Al Balkhi, ia berkata: "Manusia mengucapkan tiga hal yang selalu mereka ingkari dengan perbuatannya: (1) mereka berkata: "Kami adalah hamba-hamba Allah...Tapi perbuatan mereka berbuat amat bebas behkan melebihi kecintaannya pada harta benda, (2) Allah menanggung semua rizki kami, Tapi dalam hatinya tidak pernah merasa tenang, gelisah dan selalu mengejar kekayaan, (3) "Kematian adalah hal yang pasti," Tapi mereka berbuat seolah-oleh tidak akan bisa mati.Sekarang kita perhatikan dengan cermat, bagaimana seorang bangsawan ataupun manusia terhebat dimuka bumi ini selalu menganggap dirinya bisa hidup selamanya dimuka bumi ini, sebut saja Fir'aun, Hitler, Jengis Khan dan sebagainya. Firaun dengan kekuasaannya hingga akhir hayatnya pun masih ingin menganggap dirinya hidup dimuka bumi dengan cara membalsemkan diirnya menjadi mayat hidup (mummy) agar setiap orang mengetahui dan mengenal dirinya sebagai raja yang pernah berkuasa dengan sangat kejam dan sadis. Selama masa kejayaannya, pastilah mereka menganggap dirinya bak Tuhan yang bisa hidup abadi, tidak tersentuh kematian, tapi apa yang terjadi, ternyata Allah memang jauh berhak atas segala-Nya. Tidak ada satupun mahluk dimuka bumi ini yang tidak tersentuh kematian. Semua pasti akan menemukan mati apapun dan bagaimanapun hebatnya kekuatan yang dia miliki.

Semua peristiwa ini terjadi tak lain hanya karena tingginya sifat lalai, lalai pada ketentuan-Nya dan lalai pada hari akhir. Menurut mereka tidak akan pernah ada akhir jaman, karena semua kekuatan sudah ada digenggaman, tapi yang namanya sudah ditakdirkan menjadi manusia biasa yang harus menemui ajal, maka sama sekali ia tidak bisa melawan. Peristiwa tercabutnya nyawa dari ragapun tidak bisa ditunda, apalagi dibatalkan hanya karena ia seorang raja yang sedang berkuasa.

Memang seharusnya manusia berakal mau meninggalkan urusan dunia, kemudian mengabdi kepada Allah dan memikirkan masa depann kelak di akherat kelak. Urusan dunia seluas jagat raya ini memang tidak pernah terbatas, tetapi ingatlah bahwa manusia hanya diberi waktu hidup sebentar saja, tidak lebih dari 60 tahunn. Tidaklah mungkin mampu menyelesaikan seluruh perseoalan dunia sendiri hingga akhir hayatnya, dan itulah sebabnya ada regenerasi/penerus, sehingga urusan dunia seharusnya bisa dilanjutkan oleh generasi baru yang lebih kompeten.

"Barangsiapa yang menghendaki tanaman (pahala) di akherat kelak, akan Kami tambah-tambah terus pahalanya. Dan barangsiapa yang menghendaki dunia, maka Kamipun akan memberikan kepadanya (nikmat dunia), tapi tidak ada bagian untuknya di akherat. (QS Asy Syuraa :20)

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post