Selasa, 19 Oktober 2010

MENGHALAU TIPU DAYA IBLIS


RASA WAS-WAS

Dalam sebuah Hadist; "Sesungguhnya dalam wudlu, ada syetan yang bernama Al Walhan (menimbulkan was-was), maka berlindunglah kepada Allah."

Jabir bin Ubaidah Al Adawi berkata; "Aku mengeluh kepada Al A'la bin Ziyad mengenai perasaan was-wasku yang menyesakkan hatiku." Dia berkata; "Sesungguhnya semua itu laksana sebuah rumah yang dilewati beberapa pencuri. Bila mereka (syetan) menemukan sesuatu didalamnya pasti akan dihadapi. Dan bila mereka tidak menemukan sesuatu , pasti mereka akan meninggalkannya. Maksudnya; sesungguhnya hati yang bebas dari serangan nafsu tidak akan dimasuki oleh syetan. Allah berfirman:

"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tiada bagimu kekuasaan atas mereka." (QS. AL Hijr:42)

Manusia tidak akan mampu menghapus rasa was-was dalam hati yang diakibatkan syetan, kecuali dengan cara mengingat hal-hal yang di was-waskan. Dengan begitu lintasan itu akan hilang dari hati. Namun sesuatu selain Allah dan selain yang berhubungan dengan-Nya, mungkin tempat bersarangnya syetan. Dan dzikir kepada Allah adalah yang menyelamatkan, sebab disana tidak ada syetan yang berputar.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syetan, mereka akan ingat kepada Allah, maka seketika itu mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
" (QS. Al A'raf:201)

Sesuatu tidak akan bisa diobati kecuali dengan melawannya. Dan lawan dari was-was syaithani adalah dengan dzikir kepada Allah, mohon perlindungan dari upaya kekuatan syetan.

DZIKIR

Seorang pria bertanya kepada Hasan ; "Hai Abu Sa'id, apakah setan tidur juga?" Dia tersenyum dan berkata ; "Andaikan dia bisa tidur, tentu kita bisa istirahat dari godaannya." Katanya lagi, "Kalau begitu orang mukmin tidak ada yang bisa selamat." Sekalipun begitu masih ada jalan untuk menolak dan melemahkan setan. Nabi saw bersabda : "Sesungguhnya orang mukmin mampu membuat setan kurung kering, sebagaimana kamu buat kurusnya unta dalam perjalanan."

Ibnu Mas'ud berkata ; "Setannya umat muslim pasti kurus." Qais bin Al Hallaj berkata ; "Setan berkata padaku, Aku masuk ke dalam tubuhmu, padahal kala itu aku seperti binatang yang siap di potong, tapi sekarang aku seperti burung pipit." Kataku, "Mengapa bisa begitu hal Iblis!" Setan menjawab ; "Engkau menghancurkanku dengan dzikir kepada Allah."

Imam Muhajid berkata; "Bisikan itu membentang dalam hati. Bila mereka ingat (berdzikir) kepada Allah, bisikan itu akan bersembunyi. Dan bila lengah, iapun akan kembali terbentang dalam hati. Jadi antara dzikir kepada Allah dan was-was, syetan selalu tolak-menolak laksana tolak-menolaknya antara siang dan malam.

Allah berfirman;

"Syetan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah." (QS. Al mujadalah:19)

Dari Annas ra. bahwa Nabi saw bersabda; "Sesungguhnya syetan menyusupkan belalainya ke dalam hati anak cucu adam, ketika dia dzikir kepada Allah, syetan akan mundur, dan ketika lupa kepada Allah SWT syetan akan mengigit hatinya dengan mulut.

Ibnu Wadhah menerangkan dalam sebuah hadist; "ketika seorang laki-laki sudah berumur 40 tahun dan belum bertobat, syetan akan menyusup wajahnya sambil berkata; "Demi moyangku, ini adalah wajah orang yang tidak beruntung."

Syahwat - sebagaimana dikatakan selalu bercampur dengan darah dan daging anak cucu adam as. demikian pula syetan ketika berkuasa menguasai dalam daging dan darah serta mengelilingi hati dari semua sudut. Nabi saw pernah bersabda:

"Sesungguhnya syetan berjalan pada anak cucu Adam mengikuti peredaran darah. Maka persempitlah jalannya dengan lapar."

Sebab lapar dapat mematahkan keinginan nafsu, dan tempat berjalannya syetan adalah keinginan nafsu. Pengepungan syetan di hati manusia sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Araf; 16. Demikian pula ada sabda Nabi saw; "Syetan duduk menghadang jalan anak cucu Adam dari semua jalan.

[35:6] Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

[35:5] Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah."

[35:8] Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Artikel Terkait: