Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Minggu, 10 Oktober 2010

MENGHAYAL DAN BERANGAN-ANGAN

Sabda Nabi saw: "Aku khawatir pada dua hal yang akan menimpa kalian kelak; (1) panjang angan-angan, dan (2) mengikuti hawa nafsu." Sesungguhnya angan-angan yang panjang bisa melupakan akherat, dan mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi datangnya kebenaran.

Sabda Nabi Saw; "Aku menjamin tiga orang dengan tiga perkara; orang yang menekuni duniawi akan rakus terhadapnya, dan orang yang kikir terhadapnya akan mengalami tiga hal: "(1) Fakir dan tidak pernah kaya, (2) selalu sibuk mengurusi urusannya, dan (3) "Kesusahan yang tiada rasa gembira di dalam hatinya.

Hadist melalui Abu Darda' ra. dia amat dekat dengan penduduk Hamah, ia berkata: "Apakah kamu tidak malu dengan merasa membangun apa yang tidak kamu tempati! melamunkan apa yang tidak kamu dapati! dan mengumpulkan sesuatu yang tidak pernah kamu makan! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah membagun banyak, mengumpulkan banyak harta dan menghayal teramat jauh; namun semua tempat yang dibangunnya hanya menjadi kuburan, lamunannya jadi tipuan dan harta yang dikumpulkannya menjadi kehancuran.

Sabda Nabi saw terhadap para sahabatnya; "apakah kalian menginginkan surga!" Mereka menjawab, "Ya, Beliau saw. bersabda; "Sederhanakan angan-angan kalian dan malulah dengan sebesar-besarnya malu." Mereka pun berkata, "Kami selalu malu kepada Allah SWT." Nabi saw. bersabda; "Bukan itu yang di sebut malu, melainkan malu ialah ingat siksa kubur dan mati, bencana, menjaga perut dan isinya, pandangan, kepala dan anggota badan lainnya."

Orang yang menghendaki kebaikan akherat akan meninggalkan indahnya dunia. Inilah tempat orang yang bersikap malu dengan sepenuhnya malu kepada Allah. Lantaran itulah seorang hamba akan memperoleh kasih sayang-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post