Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Sabtu, 06 November 2010

TAFFAKUR

Allah memerintahkan kita untuk banyak-banyak merenung dan memikirkan penciptaan Allah. Merenung dan menghayati serta memperhatikan semua mahluk ciptaan-Nya akan membuat kita semakin dekat dan menambah rasa keimanan kita pada Sang Pengcipta.

Tapi sayangnya kita sekarang sudah terlalu banyak membuang waktu kita untuk memikirkan diri sendiri, memikirkan hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keimana dan keesaan Allah.

Kebajikan taffakur banyak disinggung dalam kitab-kitab Allah yang tidak terhitung jumlahnya.

Firman Allah Ta'ala:
"Dia Dzat yang menjadikan malam dan siang selalu silih berganti." (QS. 25:62)

Menurut Atha makna kata perbedaan yang dimaksud diatas ialah perbedaan gelap dan terang, bisa juga bertambah atau berkurangnya waktu.

Kata Ibnu Abbas ra.: "Sesungguhnya ada kaum yang bertafakur tentang Allah Azza Wa Jalla. Maka sabda Nabi saw: "Berfikrilah tentang mahluk-mahluk Allah dan janganlah kalian memikirkan tentang Allah Ta'ala, sebab kalian tidak akan kuasa memikirkan kekuasaan-Nya."

Kata Ibnu Abbas ra.: "Tafajjur (berikir) dalam kebajikan akan mendorong untuk mengerjakan, mendekatkan diri. Sementara menyesali kejahatan akan mendorong untuk meninggalkan dan menjauhi perbuatan jahat itu lagi.

Manusia saat ini memang semakin banyak yang berpikir, tetapi mereka lebih banyak memikirkan kekayaan orang lain, memikirkan nikmat orang lain, memikirkan cara-cara mendapatkan nikmat yang banyak dengan cara yang dilarang agama, memikirkan kesenangan sendiri dibandingkan saudara-saudaranya yang sedang kesusahan, memikirkan aib orang lain, memikirkan kesalahan orang lain dan sebagainya yang mana kegiatan berpikir iitu sama sekali tidak menambah nilai keimanan apalagi kekhusu'an.

Masyarakat menengah bawah juga terlihat jauh lebih sibuk dengan kesehariannya, karena mereka harus memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tidak pernah ada wantu untuk memikirkan penciptaan Allah. Apalagi masyarakat atau kelompok menengah atas atau kaum elit yang berkuasa, jangankan mereka memikirkan penciptaan Allah, mereka bahkan sudah jauh dari kaidah agama dalam menjalankan kesehariannya. Setiap detik dimaknai uang dan setiap saat yang ada dipikirannya adalah mengejar kesenangan dunia, tidak peduli sesuai atau tidak dengan kaidah agama, semuanya dilakukan demi mencapai tujuan.

Semua sudah dilakukan dengan proses berpikir yang amat panjang, tapi tidak ada satupun potensi dan kemampuan berpikir manusia dipakai untuk memikirkan ciptaan Allah, tidak ada satupun orang yang mau mempelajari ciptaan Allah, hingga akhirnya Allah menurunkan peringatannya lewat berbagai media, seperti alam, tumbuhan dan hewan. Anda mungkin sering memperhatikan peristiwa ganjil terjadi pada pohon, hewan atau buah yang didalamnya terdapat tulisan Asma Allah, seperti tomat, telur, ikan, daun telinga bayi, dedauan, awan, ombak di pantai, batu karang dan lain-lain. Inilah bentuk peringat Allah SWT kepada manusia agar juga memikirkan penciptaan Allah, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Allah SWT ingin agar manusia kembali kepada fitrahnya sebagai mahluk Allah terbaik yang selalu menjalankan amanahnya yaitu menjadi khalifah di muka bumi. Namun jika manusia tidak juga mau mengingat kebesaran Allah lewat berbagai peringatan ini, maka Allah akan memberikan lagi peringatan lewat media lain, misalnya bencana alam dan sebagainya.

Berikut ini adalah salah satu contoh bertafakur yang benar;

KEAJAIBAN BENANG SUTERA PADA LEBAH

“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.”
(QS. Thaahaa, 20: 98) !

Setiap orang mengetahui bahwa untuk membuat jaring, laba-laba menggunakan benang sutera yang dihasilkan tubuhnya sendiri. Namun tahap-tahap pembuatan benang dan keistimewaan-keistimewaannya tidak begitu dikenal. Benang yang diproduksi laba-laba, dengan diameter kurang dari satu perseribu milimeter, lima kali lebih kuat dibanding tali baja yang berdimensi sama. Lebih dari itu, benang ini dapat molor hingga empat kali panjang normalnya. Yang menakjubkan lagi, sutera ini sangat ringan. Sebagai gambaran, benang sutera yang direntangkan mengelilingi bumi hanya memiliki berat 320 gram saja. -Bilim ve Teknik Görsel Bilim ve Teknik Ansiklopedisi (Science and Technology Gorsel Science and Technology Encyclopedia), p. 1087

Akan bermanfaat jika kita melihat lebih jauh pada detil teknis di atas. Fakta bahwa sutera lima kali lebih kuat dibanding baja, tidak dapat kita terangkan begitu saja. Karena baja, yang dikenal sebagai salah satu material terkuat di dunia, merupakan logam campuran yang diproduksi di pabrik besar dengan serangkaian proses-proses. Meskipun lima kali lebih kuat dibanding baja, sutera laba-laba tidak dibuat dalam pabrik-pabrik besar, melainkan dibuat oleh seekor arachnida. Dapat kita lihat bahwa semua laba-laba dapat membuatnya. Baja merupakan material berat, dan karenanya sulit digunakan. Baja dibuat dalam tungku besar pada temperatur tinggi, dan dipakai setelah melalui proses pendinginan dalam cetakan-cetakan. Berbeda dengan itu, benang laba-laba sangat ringan,dan dibuat dalam tubuh tubuh laba-laba yang kecil, bukannya dalam tungku-tungku dan cetakan-cetakan raksasa.Aspek ajaib lainnya adalah elastisitasnya yang sangat tinggi. Sulit sekali bisa menemukan material yang kuat sekaligus elastis. Sebagai contoh, kabel baja merupakan salah satu bahan terkuat di dunia. Namun karena tidak elastik seperti karet, baja kehilangan bentuknya secara perlahan. Dan meskipun kabel-kabel karet tidak mengalami kehilangan bentuk, bahan ini tidak cukup kuat untuk mengangkat beban-beban berat. Sebaliknya, sutera laba-laba lima kali lebih kuat dibanding kawat baja dengan ketebalan yang sama, dan 30 persen lebih elastik dibanding karet yang tebalnya sama.( Technology Review, Synthetic Spider Silk, October 1994, p. 16) Dalam istilah teknis, dari segi kekuatan tarik dan elastisitasnya, tidak ada material lain yang menyerupai benang laba-laba.

Hasil riset terhadap laba-laba beberapa dekade yang lalu telah menimbulkan beberapa pertanyaan. Sebagai contoh, sementara manusia membuat kabel-kabel baja dan karet berdasarkan pengetahuan yang dikumpulkannya beratus-ratus tahun yang lalu, pengetahuan apa yang digunakan laba-laba untuk membuat benang yang demikian unggul? Mengapa manusia tidak dapat memahami formulanya dan menggunakannya dalam praktek? Apa yang membuat sutera laba-laba demikian unggul? Jawabannya tersembunyi dalam kunstruksi sutera. Riset yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pengolah bahan kimia internasional baru bisa menentukan sebagian bahan dari benang laba-laba ini.
http://www.keajaibanlabalaba.com/5.htm

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post