Rabu, 19 Januari 2011

2 PAKAR NUKLIR IRAN TEWAS, CIA DAN AGEN RAHASIA ISRAEL DITUDING SEBAGAI PELAKUNYA


Informasi tentang kegiatan nuklir Iran tersebut menjadi nilai besar bagi Amerika Serikat dan sekutunya

Iran menuduh badan intelijen Amerika Serikat dan Israel berada di balik skenario pembunuhan dua ilmuwan nuklirnya, dan juga melukai yang lainnya. Hal ini seperti diberitakan di televisi-televisi Iran. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (30/11).

Seperti dilaporkan koresponden Al-Jazeera di Teheran bahwa Iran menggambarkan pembunuhan dua ilmuwan nuklirnya itu dengan cara yang sangat teratur, dan disutradarai oleh seorang yang profesional.Seperti dilaporkan koresponden Al-Jazeera di Teheran bahwa Iran menggambarkan pembunuhan dua ilmuwan nuklirnya itu dengan cara yang sangat teratur, dan disutradarai oleh seorang yang profesional.

Menteri Dalam Negeri Iran Mustafa Muhammad Najjar mengatakan bahwa Mossad dan CIA adalah musuh Iran, dan ingin menghancurkan kemajuan ilmu pengetahuan Iran.

Di sisi lain, kantor Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad juga menuduh organisasi Zionis berada di balik pembunuhan ilmuwan fisika Majid Syahryari dan melukai ilmuwan lainnya Fereydoon Abbasi, yang mana terkait dengan program nuklir Iran.

Pernyataan dari kantor Ahmadinejad itu mengatakan, "Darah Syahryari telah menelanjangi pengusung demokrasi dan hak asasi manusia. Dan juga telah menunjukkan wajah sejatinya teroris Zionis serta pendukungnya."

Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Shalehi mengatakan, "Musuh telah bermain api dengan meluncurkan serangan-serangan seperti itu."

Seperti diberitakan kantor berita Iran, ia juga menambahkan, "Kesabaran kami ada batasnya. Dan ketika kesabaran itu habis, maka musuh-musuh kita juga akan mengalami nasib yang sama."

Insiden tersebut terjadi sebelum pertemuan yang akan diadakan antara Iran dengan negara-negara besar lainnya pada bulan depan, untuk membahas program nuklir Iran.

Para pengamat mengatakan bahwa informasi tentang kegiatan nuklir Iran tersebut menjadi nilai besar bagi Amerika Serikat dan sekutunya. Dan selama beberaa bulan terakhir, Teheran telah menangkap sejumlah mata-mata nuklir Iran, serta memperingati warga agar tidak membocorkan informasi kepada badan intelijen asing. [sdz/jzr/hidayatullah.com]

Artikel Terkait: