Jumat, 14 Januari 2011

JARINGAN ILLUMINATY DI INDONESIA


Berikut ini saya tampilkan data-data tentang usaha menghidupkan kembali ajaran Theosofi, Freemasonry, Illuminati, ajaran Kabbalah dan okultisme di Indonesia.

Semoga data-data ini memicu kita untuk semakin memperdalam wawasan Islam, sekaligus mencambuk kita untuk meningkatkan intensitas kajian ilmu Tauhid dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para salafus shalih, dakwah amar makruf nahi munkar, khususnya membentengi umat dari bahaya Freemasonry, Theosofi dan Illuminati di Indonesia, yang membawa pemahaman penyatuan agama yang pada akhirnya menihilkan agama itu sendiri, indah sekejap dan sekilas, namun buruk pada akhirnya, na'udzu billah min dzaalik. Selamat membaca.
Data-data ini adalah rekaman interaksi sesama anggota komunitas Teosofi di dunia maya lewat mailing list (milis) yang mereka kelola. Sebagian isi email berisi pelecehan terhadap Tuhan dan agama, khususnya Islam. Untuk menjaga validitas data, tulisan dalam email di bawah ini sengaja dikutip apa adanya, tanpa ada perubahan ejaan dan kalimat. Namun untuk menghindari dampak negatifnya, alamat milis sengaja tidak saya tampilkan.


1. MENJAJAKAN ORDO THELEMA ILLUMINATI

Welcome to Thelemic Order of The Illuminati. Ordo Thelema Illuminati adalah Ordo atau Persaudaraan Pencerahan yang membahas Magick, Witchcraft, Sorcery, Kabbalah, Paganism, Satanism, Tarot, Free Thinker, Filosofi, Teosofi, Religion and Beliefs, New Age Movement termasuk Meditasi dan Spiritualitas.

Ordo Thelema Illuminati adalah Ordo yang bersifat spiritual yang didedikasikan juga kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.

Ordo Thelema Illuminati ini merupakan gabungan dari berbagai ordo seperti Thelemic Order of The Golden Dawn, Illuminati, Hermetic Order of the Golden Dawn, Rosicrucian, dan lain-lain.

Ordo Thelema Illuminati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama kami.

"Do what thou wilt shall be the whole of the law"

"Love is the law, love under will"

"Invoke me under my stars! Love is the law, love under will. Nor let the fools mistake love; for there are love and love. There is the dove, and there is the serpent. Choose ye well! He, my prophet, hath chosen, knowing the law of the fortress, and the great mystery of the House of God." Liber al vel Legis 1:57

May you experience Light, Life, Love and Liberty , and may you accomplish the Great Work of Thelema! Konx Om Pax
(Sumber: milis Ordo_Thelema_Illuminati)


2. MENDISKUSIKAN MAGIS, SETAN, TEOSOFI, LUCIFERNIANISME, dll.

[Mayapada Prana] MARI BERGABUNG DENGAN MILIS KAMI: Indonesian Thelemic Order of The Illuminati Indonesian Thelemic Order of The Illuminati

Ordo Thelemic Illuminati Indonesia adalah Ordo atau Persaudaraan Pencerahan yang ada di Indonesia. Kami senang berdiskusi membahas Magick, Witchcraft, Paganism, Satanism, Luciferianism, Tarot, Free Thinker, Teosofi, Religion and Beliefs termasuk Meditasi dan spiritualitas.

Ordo Thelemic Illuminati Indonesia adalah Ordo yang didedikasikan juga kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.

Ordo Thelemic Illuminati Indonesia terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama kami.
(Sumber: milis mayapadaprana).


3. PROPAGANDA ILMU SIHIR

Salam, Undangan bergabung dengan Masyarakat Okult

Occult, berasal dari bahasa Latin occultus ('rahasia') dan occulere ('tersembunyi'), yang merujuk kepada 'pengetahuan yang rahasia dan tersembunyi' atau sering disalah-artikan oleh masyarakat umum sebagai 'pengetahuan supranatural'.

Okultisme adalah kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. Kata "okultisme" merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, occultism.

Okultisme yang sebenarnya adalah bukanlah hanya sihir dan lebih tepatnya bukanlah supranatural, karena pada dasarnya okultisme adalah ilmu yang alami.

Okultisme adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semesta, pada diri dan lingkungan kita. Tujuan akhirnya bagi praktisi okultisme adalah pemahaman dan pengertian yang sebenarnya tentang diri sendiri yang lebih tinggi yang kemudian akan menghasilkan pencerahan dan kebijaksanaan yang akhirnya akan mendekatkan diri pada sang pencipta. Maka, Orang yang mempelajari Occult/Okult disebut Okultis atau Occultist.

Lebihlah mudah untuk mempelajari trik, ilusi, ilmu, dan metode yang menggunakan teknik memanipulasi energi yang ada pada alam, berbagai pengaruh yang bervibrasi rendah, kekuatan yang ada pada emosi manusia, energi yang kasat mata, yang dipahami, dipelajari dan kemudian dimanipulasi. Tetapi hal ini merupakan ilmu hitam (black magic) yang motivasinya sering berdasarkan kepentingan sang individu yang menyalahgunakan ilmu ini.

Okultisme seperti berbagai ilmu pengetahuan lainnya merupakan pengetahuan yang bersifat netral yang tidak memihak. Hanya motivasi sang praktisilah yang akan menentukan hasil akhir dari praktek dari pengetahuan ini.

Milis Masyarakat Okult ini dibuat untuk saling sharing, berdiskusi dan berbagi ide seputar dunia okultisme.
(Sumber: milis mayapadaprana).


4. MENAWARKAN KURSUS OKULTISME

Hermetic Sophia Lodge - Hermetic Brotherhood Society

Menawarkan Kursus Pembelajaran Pengatahuan Okultisme bagi anda yang tertarik mendalami Esoteric, Okultisme, Gnostisime dan materi - materi lainnya secara Privat.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi: 021 – 99657###/30897###.

In Thy Great Works

Magnum Opus

Salam Persaudaraan,
Hermetic Sophia Lodge
(Sumber: milis mayapadaprana).


5. TAK PERLU SHALAT?

Salam,

Tidak perlu sholat, sembayang atau meditasi, saya menarik kesimpulan bahwa sejarah bangsa Yahudi tentang manusia pertama yaitu Adam dan Hawa(Eva) memang benar adanya. Kitab yang disucikan oleh agama Yahudi, Kristen dan Islam tentang nabinya itu adalah benar dan memang manusia pertama di DUNIA MEREKA yaitu TIMUR TENGAH.

Masing2 negara atau daerah TERISOLASI dan tidak mampu berhubungan satu dan lainnya. Pada waktu itu setiap negara bahkan kota mengatakan atau mengklaim adalah pusat dunia karena tidak adanya alat2 komunikasi yang hanya berdasarkan tunggangan hewan dan perahu kayu kecil. Karena itu maka setiap bangsa apakah itu berkulit hitam, putih, merah(Indian) mempunyai Adam dan Hawanya sendiri, termasuk orang di kepulauan Nusantara. Karena Adam dan Hawa yang orang Yahudi atau Arab, tidak mungkin mempunyai keturunan orang Eskimo, Negro atau Papua.

Karena sifat agama khususnya Kristen dan Islam harus mengkolonisasi secara spiritual manusia atau bangsa lain di seluruh dunia , maka pendapat mereka juga dijejalkan dalam otak bangsa yang dijajah secara spiritual dan diterima oleh bangsa terjajah tersebut hingga sekarang.

Wasalam,
Wal Suparmo


7. SEMUA AGAMA SEKARANG INI KUNO

Salam,

Agama MODERN itu agama apa?
Yang ada sekarang agama KUNO , karena paling alhir dari 1500 tahun yang lalu dan SEMUA agama jelas sudah KADULUWARSA alias EXPIRED yang tidsa layak lagi untuk manusia sekarang dengan otak yang lebih cerah ( kecuali yang sudah dicuci otaknya)

Wasalam,
Wal Suparmo
(Sumber: milis mayapadaprana).


8. TAK ADA KEBAIKAN BERLABEL AGAMA

Meditasi
Meditasi... diam, hening… mengosongkan diri….. gak ada lagi beda yg hindu buda islam sufi kejawen katolik kristen gnostik… semua sama ……bertemu dg diri sendiri…merasakan kehadiran Allah… ......yo wis…… begitu sederhana… dan bonusnya dpt guidance…..ujud keluarnya…tentu sj buah2 rohani….kebaikan, ketulusan, kasih & pengampunan…..
.....gak ada kebaikan berlabel katolik or islam or hindu or buddha or sufi …. ya to?.... mumet mengko Gusti Allahe…

Salam damai selaras,
Sony H Waluyo
(Sumber: milis mayapadaprana).


9. MENAFIKAN TUHAN

Tuhan
"Kalau Tuhan benar-benar ada, maka sudah seharusnya dia dimusnahkan," kata seorang filsuf Rusia Mikhail Bakunin. Tuhan yang menyerang Jemaah Ahmadiyah dan Tuhan yang saya pelajari di bangku sekolah membuat saya mengamini Bakunin. Tuhan, yang harus ditulis dengan huruf besar sebagai tanda keagungan-Nya. Tuhan yang lelaki, atau paling tidak yang mempunyai kekuasaan patriarki, dan yang membuat mulut bocah saya terbungkam ketika hendak melontarkan pertanyaan "mengapa perempuan tidak bisa menjadi pastor?"

Namun, mengapa manusia mempercayai Tuhan yang seperti ini? Ketercengangan, kebingungan dan keresahan manusia akan alam terkadang menuntunnya untuk mencari "Yang Maha Kuasa". Karena itulah, manusia sempat menyembah gunung, matahari atau cahaya apa saja dari langit. Karena bagi mereka, Tuhan tidak lain dan tidak bukan adalah "Yang paling ditakuti". Kepercayaan pada yang maha kuasa memang sering didasarkan pada ke-egoisan.

Karena manusia ingin diselamatkan, diberkahi dan diberi rejeki yang melimpah dari yang disembah, mereka bahkan mencoba menyogok Tuhan dengan sesaji. Tidaklah heran bagi manusia seperti ini, Tuhan adalah diktator yang selalu menuntut. Tuhan yang pencemburu, yang begitu murka ketika manusia melupakanNya. Keberadaan Tuhan seperti ini begitu tergantung pada manusia. Dengan kata lain, dia serupa dengan manusia yang menyembahNya: sebuah keberadaan yang menuntut dan tidak mandiri. Yang tak rela diduakan. Yang selalu tergantung pada elu-eluan penyembahnya. Tuhan dengan krisis identitas.

Dan tidaklah heran, bila Tuhan semacam ini dapat ditemukan dalam sosok pemerintah otoriter: pada Firaun Mesir yang mengaku sebagai utusan Tuhan, dalam sosok Kaisar Jepang yang menjadi wakil Yang Maha Tinggi, atau pada pemerintah Kerajaan Inggris kuno. Bahkan juga dalam pejabat tinggi negara kita yang memaksa para warganya untuk menulis agama mereka & kepercayaan mereka pada Tuhan. Dan dalam keroyokan yang mengamuk, merusak dan menyerang insan-insan yang tak mempercayai Tuhan tertentu.

Tuhan seperti ini menjadi simbol patriarki, yang melahirkan dualisme tajam: Yang Kuasa dan pengikutNya. Namun, ambisi manusia untuk memuja terkadang sama besarnya dengan ambisinya untuk dipuja. Karena itulah, Tuhan dan pengikutnya seringkali menjadi cermin yang memantulkan persona yang sama. Dan karena itu pula, si pengikut dapat berlaku seperti Tuhan mereka: penghukum yang tak kenal ampun. Bahkan lebih parah, karena dalam si pengikut, apa yang abstrak dan menjadi metafor, dapat menjadi nyata dalam tindakan mereka. Apa yang menjadi kata, tiba-tiba menjadi kekejaman yang mengakibatkan tangis dan membawa mangsa.

Penggambaran Tuhan sebagai Yang Maha Tinggi, Yang Maha Esa, seakan tidak lain adalah cara manusia untuk menjadi narsis. Karena gambaran seperti inilah yang memberi kesempatan manusia untuk memahkotai diri mereka sendiri dengan gambaran yang begitu melambung dan dilambungkan.

Kemarahan para pengeroyok terkadang disebabkan oleh kekecewaan narsis mereka. Ketika Tuhan mereka digambarkan berbeda, ketika kelompok lain menawarkan interpretasi yang berlawanan dari ide mereka, ketika manusia layaknya Musdah Mulia (yang membela LGBT) atau Ahmadiyah yang mempunyai pandangan "baru" tentang Tuhan, ego pengeroyok inilah yang telah tersakiti. Karena pada saat itu, para narsis ini tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa harapan mereka tak akan pernah sampai. Narsis yang tidak siap untuk merombak keyakinan mereka atau paling tidak mendengar keyakinan yang lain. Namun, narsis yang marah karena kekecewaan. Karena Tuhan mereka tidaklah selalu benar, besar, dan kekar.

Inilah salah satu alasan yang membuat atheis meninggalkan Tuhan. Bagi banyak atheis, hanyalah dalam sains-lah kebenaran dapat diungkap. Dengan bukti dan akal. Namun, sains sendiripun seringkali relatif dan dapat disanggah: Teori Newton dipatahkan oleh Einstein yang menawarkan teori relativitas. Teori Einstein ditentang lagi oleh Neils Bohr yang menyatakan bahwa teori Einstein tidak cukup relative karena Einstein luput mengindahkan karakter kuantum mekanik yang tak pernah konstan, dan yang selalu terpengaruh oleh subyektifitas sang peneliti. Neils Bohr-pun disanggah lagi oleh Everett, dan seterusnya dan seterusnya. Memang, dalam pencariannya akan kebenaran, manusia tak pernah dapat menemukan jawaban akhir yang pasti.

Dan bukankah pencarian akan Tuhan dapat dibandingkan dengan pencarian dalam sains? Karena keduanya menyiratkan pertanyaan-pertanyaan akan keberadaan, kehidupan dan asal galaksi kita, dan asal kita sebagai manusia.

Karena bila kita berani untuk mencari dan mencari lagi akan kebenaran, kita akan ditarik pada labirin yang berlapis dan tiada habisnya. Dalam pusaran-pusaran teori, tanya, jawab dan kebimbabangan, yang di dalamnya selalu ada jurang begitu dalam yang belum pernah kita lihat. Yang tak akan dapat kita kunjungi. Namun, hal inilah yang terkadang membuat saya terus mencari dan mencari.

Pada suatu renungannya akan Tuhan, Einstein menyatakan bahwa ada suatu "keindahan yang tiada tara", yang tak pernah dapat kita mengerti. Sesuatu yang membuat kita tersentuh dan beriman. Dan karena ketidak-mengertian inilah, Einstein terus mencari.

Memang, ketidak sabaran akan jawaban yang serba cepat, keinginan untuk mengambil jalan pintas dan ambisi akan kekuasaanlah yang dapat menuntun manusia untuk merumuskan Tuhan yang satu, yang kaku. Walaupun di dunia ini, terdapat bermacam-macam Tuhan. Beberapa teks bahkan sempat menyebut lebih dari 200 tuhan dalam sejarah dunia. Dan di dunia yang serba dinamik, yang terus bergerak dan menari dalam segala getarannya, bagaimana Tuhan dapat menjadi begitu statik: berhenti dan terpaku dalam suatu zona tempat dan waktu? Dalam sebuah dogma yang membuahkan amarah? Tuhan yang dilahirkan oleh dogma adalah Tuhan yang mati. Tuhan yang dapat dibunuh oleh para atheis. Tuhan yang telah saya bunuh.

Karena seharusnya, pencarian akan Tuhan selalu membawa kita pada ketidak-tahuan. Pada pertanyaan. Dan terkadang, kebingungan. Karena itu, kita harus siap tidak saja untuk menemukan "keindahan yang tiada tara", namun juga kekecewaan. Karena pencarian akan Tuhan adalah tidak lain dan tidak bukan pencarian akanesensi kita, keberadaan kita. Esensi kita yang tak terlihat namun ada. Esensi yang begitu dekat, namun tak dapat dimengerti. Karena itulah Chuan Tzu berkata: "Kita berkata aku, namun tahukah kita siapa dan apa artinya aku?" Dan segala kebingungan, segala tanya, di antara yang ada dan tanpa, saya dapat berkata: Saya tidak percaya akan Tuhan. Namun saya percaya akan tuhan. Tuhan yang tak berkelamin, yang tak semena-mena, yang tak maha tinggi dan yang tak maha Esa. Dalam tuhan yang seperti ini, saya dapat bertakwa.
Author: (Soe Tjen Marching, penulis buku The Discrepancy between the Public and the Private Selves of Indonesian Women diterbitkan oleh the Edwin Mellen Press).
(Sumber: milis mayapadaprana).

=====================================================================================================================================================================

Sungguh fitnah pemahaman ini pertama-tama akan berbicara seputar hati, energi, kemanusiaan, persaudaraan universal yang semuanya bersifat semu dan penuh akan syubhat dan kerancuan, laksana fitnah dajjal laknatullahi 'alayhi dalam hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam, yang bunyinya di antaranya :

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Telah disebutkan, awal mula ia keluar menyeru kepada Islam, mengaku sebagai muslim. Kemudian mengaku sebagai nabi, setelah itu mengaku sebagai ilah (Tuhan).” (Asy-Syarhul Mumti’ 3/268, lihat Qishshatu Dajjal wa Nuzul ‘Isa karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah matanya, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

"Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka jahannam, dan dari adzab kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah al-masih ad-dajjal."

0 komentar:

Artikel Terkait: