Selasa, 18 Januari 2011

SEKTE MISTIK PEMUJA SETAN (3)


RITUAL MAGIS

Bentuk upacara gereja setan penuh dengan nuansa magis. Ruangan yang dicat hitam dengan altar yang di kelilingi cahaya lilin yang temaram. Pada bagian kanan altar ditempatkan lilin berwarna putih yang melambangkan sihir putih (white magic) sedangkan di sebelah kiri ditempatkan lilin berwarna hitam sebagai lambang dari kekuatan sihir hitam (black magic) atau sering disebut sebagai “kekuatan kegelapan” (the powers of darkness). Upacara dipimpin pendeta dengan membunyikan bel sembilan kali dan pemimpin berjalan mengelilingi altar berlawanan dengan arah jarum jam.


Beberapa perangkat lain dalam upacara tersebut antara lain: pedang, mangkok, tengkorak, bel kecil yang diletakkan pada meja dekat altar. Pada awal pembentukan gereja setan, biasanya dibaringkan seorang wanita bugil di atas altar, tepat di bawah lambang pentagram. Selesai upacara yang diiringi dengan nyanyian dan mantera-mantera, dilanjutkan dengan hubungan badan massal diantara anggota jemaatnya (orgy), atau melakukan masturbasi. Para jemaat terlibat aktif dalam kegiatan seks secara bebas diantara jemaat yang hadir, sesuai dengan keinginannya masing-masing (engage in sexual activity freely, in accordance with your needs , which may be best realized through monogamy, or by having sex with many others, through heterosexuality, homosexuality, or bisexuality).

Upacara ini dilakukan pada saat tertentu yang ditetapkan, untuk melantik atau melakuan inisiasi anggota baru, penyembuhan, serta instruksi dari pimpinan gereja. La Vey memperkenalkan pula beberapa hari besar yang harus dirayakan pengikut gereja setan antara lain, Walpurgisnacht pada tanggal 30 April. (witch party), Haloween pada malam 31 Oktober (ghost party), Solstices bulan Juni dan Desember (winter party), dan Equinoxes pada bulan Maret dan September (fall/autumn/spring party).

Ajaran setanisme memperkenalkan, bahkan mengakui pula eksistensi Lucifer serta Leviathan yang sering dikaitkan sebagai satu wujud kekuatan kosmik, diambil dari aliran mistik kuno Yahudi yang menghubungkannya dengan kata “Heylei” yang artinya ‘bintang pagi yang cemerlang’. Lucifer dipersonifikasikan pula sebagai anak dari Astra dan Auora atau Eos. Lucifer dipuja karena dianggapnya sebagai “putra cahaya” (the son of light) dan merupakan mitra dari setan sebagai “anak kegelapan” (the son of darkness).

SUMBER REFERENSI:
The Encyclopedia of Witches &Witchcraft – by Rosemary Ellen Guiley.
An ABC of Witchcraft Past and Present – By Doreen Valiente
Encyclopedia of Wicca & Witchcraft – By Raven Grimassi
Witchcraft for Tomorrow – By Doreen Valiente
http://www.faqs.org/faqs/religions/satanism

Artikel Terkait: