Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Jumat, 05 November 2010

AMANAH

Sikap amanah adalah seseorang yang bisa diberikan tanggung jawab menerima titipan untuk dijaga, dipelihara, dirawat dan di sehingga barang titipannya itu tidak rusak, hilang, ataupun berbuah bentuk hingga akhirnya si pemberi amanah tersebut mengambil kembali barang titipannya tanpa cacat atau kekurangan satu apapun.

Semua orang pastilah sangat suka pada orang yang bersikap amanah, karena dengan demikian diantaranya terdapat kepercayaan, hubungan erat dan silahturahmi. Orang yang amanah akan selalu mendapatkan keuntungan karena ketika ia mendapat kepecrcayaan untuk menerima suatu titipan, maka Allah akan mengganti semua kerugian yang diakibatkan sulitnya upaya pemeliharaan si penerima amanah. Sama sekali tidak akan dirugikan, salah satu keuntungan itu adalah kepercayaan yang berlipat-lipat. Dari kepercayaan itulah maka akan timbul belas kasih dan saling tolong-menolong diantara keduanya. Dan diantara keduanya itu ada Rahmat Allah.

Diriwayatkan; "Bahwa sesungguhnya amanah terdapat pada setiap kewajiban, dan amanah yang terberat adalah harta. Kata ibnu Umar ra.: "Pertama kali yang diciptakan Allah untuk diamanahkan kepada manusia adalah farji-nya. Dia berfriman: "Ini merupakan amanah yang AKU titipkan buat kamu. Kamu jangan memakainya kecuali dengan jalan yang benar. Kalau kamu menjaganya, maka AKU pun akan menjaganya."

Menjadi orang yang amanah tidaklah mudah, diperlukan keiklasan, kesabaran, ketabahan menjaga titipan orang lain agar tidak terjadi kerusakan dan kehilangan. Karena jika tidak mampu menjaga, maka bisa terjadi kesalahpahaman, ketidakpercayaan, dan selamanya kita tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan orang itu lagi. Sangat berat sebenarnya mengemban amanah, apalagi amanah itu berupa tanggung jawab memangku kekuasaan, di hari akhir nanti pertanggung jawabannya sungguh berat.

Kata Imam thabrani; "Amanah sifatnya mencakup seluruh sendi-sendi agama." Termasuk fajri, telinga, mata, hidung, jiwa, tangan, kaki semuanya adalah amanah.

Lalu mengapa sekarang ini banyak pemimpin yang tidak amanah? karena sesungguhnya didalam suatu amanah itu terdapat godaan nikmat. Siapapun pasti akan tergoda pada nikmat yang tersembunyi dari sebuah titipan. misalnya dititipkan sebuah mobil mewah, pastilah kita akan tergoda untuk memanfaatkannya walau dengan dalih hanya sesaat, namun karena sifatnya yang sementara itu lalu setan menumbuhkan rasa memiliki, merasa sudah merawat lalu juga dianggap bisa menggunakan untuk keperluan pribadi. Apalagi sebuah wewenang dan kekuasaan yang tidak terbatas pada seorang pejabat publik, mereka sudah diberikan berbagai fasilitas mewah dan itu sifatnya titipan, tapi karena setan sudah memasukkan unsur sifat loba, maka ia pun seperti orang kelaparan yang terus saja menginginkan lebih dan lebih.

Demikian juga manusia yang hidup di muka bumi, ini sesungguhnya kita sudah diembankan amanah yang tidaklah mudah, sekedar untuk menjalani hidup biasa, jauh daripada itu manusia memiliki misi khusus yang sebelumnya pernah disetujui oleh Nabi Adam, karena alam semesta menolak perintah mengemban amanah tersebut. Berikut adalah cuplikan kisah serah terima amanah kepada Manusia.

Kata Hasan; "amanah sudah pernah ditawarkan pada langit, bumi, gunung dan malaikat namun mereka terguncang karenanya. Allah SWT berfirman kepada mereka; "Bila engkau berbuat baik, tentu AKU beri pahala. Bila berbuat jahat tentu AKU akan siksa." Mereka berkata; "Tidak...."

Imam Mujahid berkata;"Ketika Allah menciptakan Adam, DIA menyodorkan amanah itu kepada Adam dan berfirman demikian." Adam as berfirman; "Sungguh aku telah memikul amanah itu."

Kata Ibnu Abbas ra.:"Amanah diberikan kepada Adam as. lalu dikatakan, "ambilah beserta apa yang ada didalamnya, andai Engkau berbakti, maka AKU mengampunimu, dan bila tidak, AKU menyiksamu."
Jawab Adam as. "Aku menerima dengan semua isinya."
Namun beberapa waktu kemudian, kira-kira antara waktu ashar dan malam, Adam sudah memakan buah khuldi. Andaikan tidak disertai rahmat-Nya, lalu tidak diterima tobatnya, entahlah, mungkin kita semua tidak berada di muka bumi ini. Sungguh manusia bukanlah pemegang amanah yang baik.

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post