Selasa, 03 Mei 2011

Ketika Kejujuran telah Menjadi Barang Langka

Oleh: Muhammad Yusuf Efendi

AMERIKA Serikat saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi yang besar. Bahkan krisis ini ikut mempengaruhi kondisi perekonomian dunia.

Depresi besar-besaran banyak meninggalkan luka parah bagi warga Amerika.

Sekitar 15 juta orang Amerika sekarang tidak mempunyai pekerjaan. Ribuan orang kehilangan rumah karena tidak mampu membayar cicilannya.

Kalau pun mereka mempunyai pekerjaan, perekonomian keluarganya dalam himpitan beban hutang.

Mereka terhimpit oleh hutang credit-card, hutang loan sekolah, hutang pembayaran cicilan rumah, hutang cicilan mobil dan segala macam hutang-hutang lainnya.

Pekerjaan tidak ada, uang tidak ada, dan bahkan jutaan orang Amerika mengalami kelaparan. Mereka terjebak oleh sistem kapitalis yang mereka ciptakan sendiri.

Hari ini, di Amerika, sekarang sedang muncul gelombang gerakan baru dengan nama New America Dream yang dipelopori oleh Suze Orman.

Seorang wanita kharismatik yang perbengaruh di dunia. Ia salah satu penulis buku best-seller di Amerika. Ia banyak menulis buku tentang bagaimana mengontrol keuangan dengan baik, membimbing orang untuk dapat memanfaatkan keluar masuk uangnya dengan efisien.

Dan "The Money Class" adalah buku terbaru yang ia tulis. Buku yang ke-10 ini memberikan bimbingan kepada orang untuk lebih mengambil kejujuran sebagai parameter penting dalam mengambil keputusan.

Dalam buku ini, ia juga menekankan agar orang Amerika kembali ke keluarganya. Nikmati segala kehidupan dengan memulainya dari keluarga yang ia miliki. Lakukan semua keputusan dengan melibatkan semua anggota keluarganya.

Wanita yang berumur sekitar 60 tahun ini mengisi program siaran di TV Amerika dengan nama Money Class. Program ini termasuk salah satu program favorit pemirsa.
Ulasan-ulasan sederhana darinya tentang kejujuran diri, banyak membuka tabir sifat kemunafikan konsumen.

Yang mendengarkan ulasan-ulasan sederhananya terpana dengan isinya. Padahal isinya adalah hal sederhana yang dulu mungkin pernah mereka lakukan. Akan tetapi karena mereka sudah berada jauh dari nilai-nilai itu, seolah-olah konsep Orman adalah cara berfikir yang baru.

Prinsip dari gerakan New Amerika Dream yang ia serukan adalah segala keputusan dikembalikan kepada satu kata yang dibentuk oleh lima huruf, yaitu T-R-U-T-H.

Kalau ingin sukses, manusia harus jujur dan memegang kejujuran itu dengan sekuat-kuatnya. Termasuk jujur dengan kemampuan diri sendiri. Kejujuran mempunyai prinsip yang sederhana. Lihat kondisi diri, sesuaikan dengan keputusan yang akan diambil.

Old America Dream adalah mengajak orang untuk berpacu mempunyai rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, dan uang yang lebih banyak. Semuanya dipusatkan oleh satu kata "more, and more and more again ..."

Semua orang tergila-gila dengan kata itu. Sehingga terkadang tidak melihat kemampuan diri, menjadi orang yang tidak jujur dengan apa yang ada di dalam dirinya.

Krisis ekonomi Amerika yang dimulai tahun 2008 berawal dari krisis subprime mortgage. Banyak kredit rumah yang gagal bayar dikarenakan permainan yang tidak jujur dari pihak peminjam dan pemberi pinjaman. Selanjutnya, bagai bola salju liar krisis subprime mortgage itu meruntuhkan sendi-sendi ekonomi Amerika.

Kalau kemampuannya hanya bisa membeli kacang goreng, maka tidak perlu harus berhutang untuk membeli roti keju.

Kalau kemampuannya hanya bisa naik mobil kelas angkot, maka tidak perlu memaksa untuk memperoleh Kang Pajero dan Bang Mercy. Biarkan teman-temannya berpesta dengan harta yang bergelimang banyak, karena memang mereka mampu melakukannya.

Menikmati ala kadarnya adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa.

Orang yang tidak jujur dengan kemampuan diri akan lebih mudah memaksakan diri. Dan akhirnya suatu saat ia terjatuh ke dalam kondisi di luar batas kemampuan yang dimilikinya. Ia terjebak dalam kondisi yang tidak mungkin kembali ke kehidupan yang realitas.

Dalam kondisi semacam ini hanya tangisan dan penyesalan yang akan terjadi.
Berbicara tentang kejujuran, sebenarnya Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti sekitar 15 abad yang lalu.

"Katakanlah yang benar walaupun ia adalah pahit." Hadist ini sangat singkat, padat isinya dan sederhana kata-katanya.

Kejujuran adalah berat bagi orang yang tidak ingin sakit. Akan tetapi sangat menyenangkan bagi orang yang siap sakit dan mampu menahan sakit. Hidup di dunia yang penuh tipu muslihat sekarang ini, menjadikan kejujuran adalah barang yang langka.

Akibat kejujuran terkadang harus menelan kepahitan. Bukan sanjungan yang ia dapatkan, sebaliknya hinaan dan cercaan. Masih ingat dalam ingatan kita beberapa tahun yang lalu, seorang ibu guru yang jujur di dalam ujian UN, harus menelan pil pahit dengan nasibnya yang diujung proses PHK.

Kejujuran adalah salah satu akhlaq seorang Muslim. Dalam al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” [QS: At-Taubah:119]

Dalam ayat lain, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (jujur), adalah lebih baik bagi mereka. Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [QS: Muhammad: 21]

Dalam Kitab Fathul Baari, jilid X, hal 507, karangan Ibnu Hajar al ' Asqalani, dijelaskan, bahwa jujur ialah kesesuaian ucapan dengan hati kecil dan kenyataan objek yang dikatakan.

Membimbing Kebaikan

Baru-baru ini ada kisah menarik yang terjadi di Indonesia. Seorang wanita yang katanya berparas cantik dengan posisi menejer Citibank di Indonesia menggasak uang milik nasabahnya. Tidak tanggung-tanggung yang diambilnya, 17 Milyar rupiah.

Sekali gasak dikabarkan bisa mendapatkan 2 Milyar rupiah. Untuk apa uang sebanyak ini? Seandainya hanya memiliki 100 juta rupiah pun, bukankah sudah cukup untuk hidup dengan makanan yang mewah dan lauk yang super lengkap?
Dan satu lagi, seorang yang menduduki jabatan sebagai wakil Kepala Cabang Bank BNI Margonda, Simprug, Jakarta Selatan membobol uang nasabahnya.
Dunia terasa semakin tidak sempurna dengan tabiat penghuni semacam ini.

Apakah yang menjadi pemantiknya? Sehingga mereka bisa bersifat mirip binatang ini? Memangsa milik dan hak orang lain?

Salah satu penyebabnya adalah mungkin mereka tidak jujur dengan dirinya sendiri.
Seperti kata Suze Orman, mereka adalah contoh manusia-manusia yang tidak jujur. Hati nuraninya lemah. Mudah diombang-ambingkan oleh keadaan sekelilingnya.
Kalau yang lainnya punya rumah lebih besar, maka ia merasa harus punya. Kalau yang lainnya punya mobil lebih mewah, maka ia juga bisa. Dan kalau yang lainnya bisa jalan ke luar negeri, maka ia pun harus bisa.

Sudah seharusnya manusia-manusia di Indonesia kembali ke gelombang baru, New Indonesia Dream, yaitu kejujuran. Marilah berlaku jujur terhadap diri kita. Terhadap kemampuan kita.

Dan hadist dari Rasulullah SAW ini semoga menjadi pelajaran berharga di akhir tulisan ini.

"Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan pada kejahatan. Dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta."(HR. Muslim).*

Penulis tinggal di San Francisco, Amerika

Artikel Terkait: