Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Rabu, 05 Januari 2011

Meneladani Rasulullah SAW

Bumi semakin tua, zaman semakin edan, namun mengapa kehidupan kita seakan tidak dalam naungan hidayah Islam? Sebagian masyarakat kita memisahkan antara kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara terhadap urusan agama (Islam). Berpolitik dengan membenarkan segala cara, fitnah, berbohong serta saling membuka aib, seolah menjadi hal yang biasa.
Belum lagi kerusakan moral menjangkiti masyarakat, kekerasan, seks bebas, pornografi, perjudian dan korupsi seolah menjadi pemandangan yang lazim.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS:Al Ahzab-21)Kiranya benarlah apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya islam berawal dari keasingan dan akan kembali kepada keasingan sebagaimana awalnya. Maka bergembiralah bagi orang-orang yang asing." Rasulullah ditanya: "Siapakah mereka wahai Rasulullah" Jawab beliau:" Yaitu yang melakukan perbaikan ketika manusia rusak". (Shahih HR. Abu Amr Ad Dani, dari sahabat Ibn Mas'ud).

Sungguh ironis, ketika memasuki bulan Rabi'ul Awal, dimana pernah terlahir manusia pilihan Allah, yang diutus untuk menyempurnakan Risalah para nabi dan Rasul sebelumnya. Dialah Muhammad bin Abdullah. Sosok yang begitu indah akhlaknya, sangat santun perangainya, halus tutur katanya, lemah lembut terhadap sesama, namun juga tegas terhadap orang-orang kafir yang menentangnya. Rasanya tepat bagi kita bermuhasabah sejenak, kembali merenungi sosok agung tersebut agar dapat kembali jalan yang di ridhai Allah SWT.

Dialah seorang penyabar, yang mau menyuapi makan musuhnya yang bermata buta dengan tangannya sendiri setiap hari. Menjenguk seorang kafir ketika sakit, padahal orang itu setiap bertemu selalu meludahi dan melempari Rasulullah dengan kotoran hewan.

Allah berfirman:

"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)-Ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.Ali Imran:31)

Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata:

"Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemutus perkara) bagi setiap orang yang mengaku mencintai Alah SWT, akan tetapi tidak mengikuti jalan (sunnah) Rasulullah SAW, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannya." (Tafsir Ibnu Katsir, 1/47)

Banyak Hadits yang menerangkan keutamaan dan ganjaran bagi orang-orang yang meneladani Rasulullah SAW. Salah satunya dari Ibnu Abbas R.A., bahwa Nabi SAW berkata:

"Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang mati syahid."(Riwayat Baihaqi)

Dalam riwayat Thabrani, dari Abu Hurairah RA., ada sedikit perbedaan redaksional atas Hadits diatas: "...baginya pahala orang yang mati syahid." (At-Targhib Wat-Tarhib/1:44)

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah pada kesempatan yang baik ini agar diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti sunnah Rasul-NYA yang mulia. Menghidupkan shalat malam, gemar berinfaq, ringan tangan dalam membantu sesama, bersikap jujur dalam keadaan apapun dan banyak mengingat Allah (Dzikir) baik diwaktu pagi maupun petang.

Sumber:
- Lembar Risalah Fikrah, oleh: Ust. Rifat Safi'i.
- Wikipedia
- Dari berbagai sumber

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...