Sabtu, 01 Januari 2011

TIGA SURAT KABAR YAHUDI BERPENGARUH DI AS

Persaingan besar dan pembentukan monopoli lokal dalam penyebaran berita dan opini ditandai dengan munculnya kontrol Yahudi atas surat kabar Amerika. Kemampuan yang dihasilkan orang Yahudi untuk menggunakan pers sebagai instrumen Yahudi tanpa lawan kebijakan, hampir sulit untuk dapat diilustrasikan dengan baik daripada contoh-contoh dari tiga surat kabar nasional paling bergengsi dan berpengaruh: the New York Times, the Wall Street Journal, dan Washington Post. Ketiga surat kabar ini mendominasi keuangan dan politik ibukota Amerika, adalah surat kabar yang mengatur kecenderungan dan panduan untuk hampir semua surat kabar lainnya. Mereka adalah orang-orang yang memutuskan berita apa yang dimuat dan apa yang tidak, di tingkat nasional dan internasional. Mereka yang membuat berita, yang lain hanya menyalinnya, dan ketiga surat kabar semuanya berada di tangan Yahudi. The New York Times didirikan pada 1851 oleh dua orang bukan Yahudi, Henry Raymond dan George Jones.

Setelah surat kabar mereka bangkrut, kemudian pada tahun 1896 dibeli dari Jones oleh penerbit Yahudi kaya, Adolph Ochs. Cicit laki-lakinya Arthur Ochs Sulzberger, Jr, adalah pemilik dan CEO dewasa ini. Editor eksekutif Max Frankel, dan managing editor adalah Joseph Lelyveld. Kedua orang yang terakhir juga adalah Yahudi. Keluarga Sulzberger juga melalui New York Times Co memiliki 33 surat kabar lainnya, termasuk Boston Globe, dua belas majalah, termasuk McCall's dan Family Circle dengan sirkulasi lebih dari 5 juta masing-masingnya; tujuh radio dan stasiun siaran TV, sistem kabel- TV; dan tiga perusahaan penerbitan buku. The New York Times News Service mengirimkan berita, fitur, dan foto-foto dari New York Times ke 506 surat kabar lain, kantor berita, dan majalah.

Surat kabar nasional penting serupa lainnya adalah the Washington Post,, dengan memiliki jalur berita dari dalam yang melibatkan pemerintah Federal mengatur berita "bocoran" dari seluruh instansi pemerintah di Washington. The Washington Post, seperti the New York Times, sebelumnya dimiliki oleh non-Yahudi. Didirikan tahun 1877 oleh stilson Hutchins, dibeli oleh Yahudi pada tahun 1905 oleh John McLean, dan kemudian diwariskan kepada Edward McLean. Namun dalam bulan Juni 1933 pada puncak Depresi Besar, korannya terpaksa bangkrut. Kemudian dibeli dalam sebuah lelang pailit oleh Eugene Meyer, seorang pemodal Yahudi. The Washington Post kini dikelola oleh Katherine Meyer Graham, putri Eugene Meyer.

Dia merupakan pemegang saham utama dan ketua dewan the Washington Post Co. Pada tahun 1979, ia menunjuk anaknya Donald untuk memimpin surat kabarnya. Dewasa ini juga ia memegang jabatan Presiden dan CEO the Washington Post Co. The Washington Post Co memiliki sejumlah media lain, yaitu koran, televisi, dan majalah, terutama majalah berita mingguan nasional nomor dua, Newsweek.

The Wall Street Journal,, yang menjual 1,8 juta eksemplar setiap hari kerjanya, merupakan surat kabar harian nasional yang terbesar sirkulasinya. Dimiliki oleh Dow Jones & Company, Inc, New York perusahaan yang juga menerbitkan 24 surat kabar harian lainnya antara lain tabloid keuangan mingguan Barron. Ketua dan CEO Dow Jones adalah Peter Kann, adalah seorang Yahudi. Kann juga memegang pos ketua dan penerbit the Wall Street Journal. Sebagian besar surat kabar utama lainnya di New York tidak lebih baik daripada yang berada di tangan the New York Times dan Wall Street Journal. The New York Daily News dimiliki oleh Yahudi pengembang real-estate Mortimer B. Zuckerman. The Village Voice adalah milik pribadi Leonard Stern, milyarder Yahudi pemilik perusahaan pasokan hewan peliharaan Hartz Mountain.

Media Massa Lainnya

Cerita ini kurang lebih sama untuk media lainnya seperti televisi, radio, dan surat kabar. Perhatikan, misalnya, newsmagazines. Hanya ada tiga yang diterbitkan di Amerika Serikat: Time, Newsweek, dan US News and World Report. Time, dengan sirkulasi mingguan sebanyak 4,1 juta, ini diterbitkan oleh subsider Time Warner Communications. CEO dari Time Warner Communications, seperti disebutkan di atas, adalah Gerald Levin, seorang Yahudi. Newsweek, sebagaimana disebutkan di atas, diterbitkan oleh the Washington Post Company, di bawah seorang Yahudi Katherine Meyer Graham.

Sirkulasi mingguannya adalah 3,2 juta. US News & World Report, dengan sirkulasi mingguan sebanyak 2,3 juta eksemplar, dimiliki dan diterbitkan oleh Mortimer Zuckerman, seorang Yahudi. Zuckerman juga memiliki Atlantic Monthly dan tabloid New York, Daily News, yang merupakan koran keenam terbesar di Amerika Serikat. Di antara konglomerat penerbit buku-raksasa, terkait juga dengan Yahudi. Tiga dari enam penerbit buku terbesar di Amerika Serikat, menurut Publisher's Weekly, dimiliki atau dikendalikan oleh orang-orang Yahudi. Tempat pertama Random House (dengan banyak subsidernya termasuk Crown Publishing Group), tempat ketiga Simon & Schuster, dan tempat keenam adalah Time Warner Trade Group (termasuk Warner Books and Little, Brown). Penerbit penting lainnya adalah Western Publishing. Meskipun hanya peringkat 13 dalam urutan di antara semua penerbit Amerika Serikat, ia menempati urutan pertama di antara penerbit buku anak-anak, dengan menguasai lebih dari 50 persen pasar. Chairman dan CEOnya adalah Richard Snyder, seorang Yahudi, yang baru saja menggantikan Richard Bernstein, juga seorang Yahudi.

Pengaruh Pengendalian Media oleh Yahudi

Ini adalah merupakan fakta pengontrolan media yang dilakukan oleh Yahudi di Amerika. Bila Anda bersedia untuk menghabiskan waktu beberapa jam di perpustakaan besar, Anda bisa memverifikasi mereka secara akurat. Sedikitnya saya percaya bahwa fakta-fakta ini sangat mengganggu Anda. Haruskah minoritas, siapapun mereka diperbolehkan untuk memegang kekuatan yang luar biasa? Tentu saja tidak, yang pasti, memungkinkan orang-orang yang dengan kepercayaan seperti diungkapkan dalam Talmud, menentukan apa yang harus kita baca, atau dengan kekuatan yang berada ditangan mereka, kita menyaksikan pengaruh kelompok minoritas kecil ini untuk membentuk pikiran kita sesuai dengan kepentingan mereka berdasarkan ajaran Talmud, kepentingan mereka yang seperti telah kita buktikan secara diametris bertentangan dengan kepentingan rakyat kita. Dengan mengizinkan orang Yahudi untuk mengontrol berita dan media hiburan, kita melakukan lebih dari sekedar memberi mereka pengaruh yang menentukan sistem politik dan sebenarnya mengendalikan pemerintah kita, juga memberikan kepada mereka untuk mengendalikan pikiran dan jiwa anak-anak kita, yang ahlak dan pemikirannya lebih dominan dibentuk oleh televisi Yahudi dan film Yahudi daripada oleh orang tua mereka, sekolah mereka, atau pengaruh lainnya.

Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info/

Sumber:http://www.pakalertpress.com/

Artikel Terkait: